Menguak Tabir Mengapa Forex Dianggap Begitu “Nista” & Kunci Perjalanan Trader Pemula menjadi Trader Professional


Menguak Tabir Mengapa Forex Dianggap Begitu “Nista”
Kunci Perjalanan Trader Pemula menjadi Trader Professional

Ayo ikut belajar trading forex…..
- “Apa? Trading forex? Wah itu mah judi mas…. Judi hukumnya haram lo mas”. Jawaban pertama.
Benar sih, kalau tidak belajar (atau salah belajar) bisnis apapun bisa jadi adalah judi karena selalu ada unsur spekulatif di dalamnya. Forex ada ilmunya  dan tak pernah akan habis untuk dipelajari. Lepas dari masalah akidah, para broker forex sekarang ini juga telah menyediakan akun syariah yang tidak mengandung bunga (riba) kok. Maaf pemahaman saya tentang Akidah sangatlah terbatas.
- “Amit-amit deh jangan deket-deket ama forex mas! Bisa bangkrut ntar”. Jawaban kedua.
Jawaban ini umumnya karena yang menjawab pernah mengalami atau mendengar seseorang yang “kalap” karena trading forex secara tak terkendali. Padahal sesungguhnya forex adalah bisnis yang sangat bisa dikendalikan berapa resiko yang dikehendaki. Money Management adalah kata kunci dan segala-galanya dalam forex.
- “Wah gak punya modal mas. Trading khan modalnya gede”.  Jawaban ketiga.
Jawaban ini biasanya karena calon kerap didatangi sales broker yang meminta modal gede, minimal $1.000; Padahal tidak harus demikian. Bahkan dengan modal $10 pun kita sudah bisa bertransaksi forex secara real akun. Mengapa demikian? Karena dalam forex terdapat sistem leverage. Ya, sistem yang memungkinkan seorang trader mampu melakukan transaksi besar dengan modal yang terbatas. Tentu leverage ini haruslah digunakan secara bijaksana.
- “Emang pasti untung ya mas? Kira-kira sebulan sampai berapa persen keuntungannya mas? Bahkan konon kita tidur aja bisa dapat uang ya? Macam ternak uang gitu!!!”. Jawaban keempat.
Jawaban ini pasti keluar dari orang yang kerap “dipameri” keuntungan yang luar biasa dari hasil trading forex. Siapa yang suka pamer? Tahu sendirilah siapa dia. Pasif income? BUKAN! Jangan mimpi trading forex akan memberikan Anda pasif income. Anda tidur dan menghasilkan uang. Ini mimpi, too good to be true. Iming-iming semacam ini juga merupakan salah satu kesalahan fatal terutama bagi para pemula (niebi). Kunci pertama bagi para trader forex professional adalah kehati-hatian. Ya, tanpa kehati-hatian yang matang, trader forex yang jumawa, suka pamer dan menganggap trading forex itu semudah membalik telapak tangan, biasanya tinggal tunggu waktu kebangkrutannya.
- “Wah seru nih! Mau mas…. Kebetulan saya sudah gak kerja lagi nih, lumayan bisa cepet kaya khan trading forex?” Jawaban kelima.
Biasanya jawaban ini diberikan oleh mereka yang sudah “kepepet”, alias terlambat untuk belajar secara mendalam dan intensive. Belajar trading bukan perkara instant apalagi belajar sehari dua hari ikut seminar lalu bisa segera membeli pulau. Belajar trading justru sebaliknya merupakan suatu proses perjalanan di mana seseorang secara intensif berlatih dan berlatih. Mulai dengan akun demo lalu naik anak tangga akun real dari jenis akun yang terendah hingga akun standard. Dan perjalanan ini mutlak sebaiknya didampingi oleh tutor atau mentor yang telah berpengalaman. Hanya dengan cara ini, pahit dan getir kejatuhan karena rugi besar bisa diatasi. Jadi bukan sesuatu yang instant – dan membutuhkan suatu keterbukaan terhadap bantuan orang lain.
Jika dikumpulkan, masih ada beragam lagi jawaban sejenis yang sangat menyimpang dari hakekat trading forex itu sendiri. Kasihan trading forex, begitu nista di negara ini. Padahal sesungguhnya trading forex menyimpan potensi keuntungan yang begitu besar. Mengapa dibilang berpotensi begitu besar?
aa. Pasar forex merupakan Pasar yang paling likuid, paling cair dari semua jenis pasar di dunia.[1]
Transaksi harian pasar forex mencapai USD 5,3 trilliun. Ini berarti 53 kali lebih besar dari pasar saham Amerika. Likuiditas ini sangat penting karena memberikan gambaran kecepatan transaksi di dalamnya tidak mengalami kendala atau hambatan untuk dicairkan atau diuangkan. Likuiditas suatu pasar juga menunjukkan tentang banyaknya pemain / peminat / peserta yang terlibat di pasar tersebut. Banyaknya pihak yang terlibat juga menandakan adanya volatilitas atau pergerakan yang dinamis dan tidak stagnan. Dalam pergerakan yang dinamis, volatilitas yang tinggi, banyak peluang memperoleh keuntungan bisa didapatkan.

Likuiditas yang sangat besar ini pula membuat pasar forex pada dasarnya aman dari intervensi sepihak para “big guys” dalam jangka panjang. Mereka bisa tertelan oleh besarnya volume dalam pasar forex jika mencoba-coba melakukannya. Ibarat “nguyahi segara”, memberikan garam ke lautan, kata peribahasa Jawa.

b. Transaksi Dua Arah : BUY & SELL.
Jika Anda terbiasa dengan trading saham lokal, Anda pasti akan terkejut saat bertransaksi forex karena ada perbedaan yang cukup mencolok. Dalam transaksi saham lokal, Anda hanya bisa melakukan order BUY, yaitu berharap bahwa harga saham yang Anda beli akan naik sehingga Anda memperoleh keuntungan. Anda akan melakukan order SELL hanya untuk menutup order BUY yang telah Anda buka tadi.

Tidaklah demikian dengan pasar forex. Anda bisa melakukan order BUY saat mengharapkan harga akan naik. Anda juga bisa melakukan order SELL, bukan untuk menutup order BUY melainkan saat Anda memprediksikan suatu pasangan mata uang akan melemah nilainya. Jadi sebelum pasangan mata uang tersebut betul melemah, Anda telah menjualnya terlebih dahulu. Jadi Anda bisa melakukan transaksi secara dua arah, bukan hanya satu arah. Peluang memperoleh keuntungan makin besar tentunya.

c.      Pasar Forex Buka Non Stop 24 Jam Sehari.
Ya pasar forex buka nonstop 24 jam sehari - 5 hari seminggu. Pasar antar benua buka dan tutup sambung menyambung bahkan saling ber-iris-an memberikan keleluasaan bagi semua trader di seluruh dunia untuk melakukan transaksi kapan pun mereka mau. Pasar yang terus berkelanjutan ini juga memberikan keuntungan tersendiri bagi para trader teknikal karena asumsi bahwa harga memiliki pola-pola yang terus berulang menjadi semakin jelas karena tidak terputus-putus oleh buka tutupnya pergerakan harga.



Dengan kata lain, banyak trader berpendapat bahwa secara teknikal, pasar forex  “patuh” terhadap hukum-hukum analisa teknikal karena pola-pola  yang berulang yang menjadi salah satu dasar pendekatan teknikal tidak banyak terganggu saat pasar tutup.

dd. Akun Demo, Demo, dan Demo Sampai Mahir.
Salah satu yang juga sangat menolong para trader pemula khususnya adalah adanya akun demo gratis yang disediakan oleh hampir semua broker forex. Menurut gambaran kami, akun demo gratis ini bahkan lebih bagus dibandingkan simulator para calon penerbang. Mengapa? Karena saat latihan dengan simulator, para calon penerbang tentu tidak betul-betul terbang di angkasa. Namun jika Anda berlatih dengan demo akun, maka harga dan pergerakan pasar saat itu real time relative sama dengan pasar real yang sedang berjalan. Semuanya sama, kecuali uangnya yang bukan uang Anda sendiri. Karena akun demo gratis ini bisa dipakai berlatih dengan sangat efektif, minus psikologi trading. Dan Anda bisa serta boleh membuka akun baru saat uang yang diberikan habis terpakai. Demo lagi dan lagi…… jangan remehkan akun demo. Banyak master trader yang masih menggunakan akun demo saat menguji strategy baru sebelum ditradingkan di akun sesungguhnya.
Bagaimana? Cukup? Sesungguhnya masih ada banyak potensi lain dalam trading forex, seperti masalah leverage, jenis akun yang berjenjang dan lain-lain. Dengan kelebihan-kelebihan dan potensi-potensi tersebut sebenarnya  bukan hal yang mustahil seseorang bisa mendapatkan penghasilan secara konsisten dengan bertrading forex. Namun perlu kembali digarisbawahi bahwa trading forex memang sangat sederhana (hanya BUY dan SELL saja), namun trading forex tidaklah mudah. Perlu belajar dan latihan secara intensive, dan terlebih lagi seseorang harus benar-benar matang secara psikologis saat melakukan trading forex. Dalam trading forex, musuh utama adalah diri sendiri. Ketamakan, keserakahan, ketakutan dan sekaligus harapan yang berlebihan menjadi musuh utama yang harus dikendalikan. Dengan trading forex, sejatinya seseorang akan semakin mengenal dirinya sendiri.
Jadi ada tiga hal penting dalam belajar forex : pemahaman, latihan dan mindset yang benar. Untuk mengadopsi ketiga syarat dasar trading forex tersebut, kami menyajikan metode atau cara belajar forex sistem 50 jam.

Sistem Belajar Forex 50 Jam
Tiga Tahap Penting dalam Belajar Trading Forex
Mengapa banyak trader forex mengalami kerugian bahkan kebangkrutan? Pertanyaan ini sangat menghantui para trader forex – baik yang masih dan sedang trading atau pun para veteran, orang yang pernah merasakan trading forex dan berjanji tidak akan menyentuhnya lagi. Ya, di negara kita, trading forex menjadi semacam momok yang menakutkan. Ibarat candu judi yang menjerat siapa saja yang telah masuk ke dalamnya terbuai mimpi cepat kaya – namun kenyataan sebaliknya. Mereka menjadi habis sehabis-habisnya, bangkut dan bahkan nyaris tak tersisa. Ada banyak cerita nyata (bukan fiksi!) beredar di tengah-tengah masyarakat mengenai hal ini.
Apakah benar demikian? Apakah benar bahwa kita tidak bisa menyandarkan diri pada penghasilan dari bisnis ini? Apakah memang trading forex ini melulu judi yang benar-benar spekulatif tanpa bisa dipelajari atau pun diprediksi sebelumnya?
Jelas mereka yang mengatakan bahwa bisnis ini adalah haram, judi dan tak bisa memberikan penghasilan tetap akan mengatakan bahwa ini adalah sebuah permainan spekulasi yang tidak bisa dipelajari. Sementara sebenarnya ada beberapa gelintir orang yang memang bisa hidup dan berpenghasilan konsisten dari bisnis ini. Beberapa gelintir karena kenyataannya memang demikian. Konon 95% dari semua trader akan mengalami loss alias kekalahan. Jika demikian masih ada sekitar 5% yang memang bisa survive atau selamat. Pertanyaannya: apa kuncinya?
Beberapa teman, yang telah mengalami fase jatuh bangun dan akhirnya berhasil survive (sementara survive), mengatakan bahwa kuncinya ada pada belajar. Ya belajar. Banyak trader yang rupanya TIDAK BELAJAR sebelum menjalankan trading nya. Yang kedua mungkin mereka memang belajar, namun rupanya SALAH BELAJAR. Lho kenapa bisa begitu????
Ya salah belajar bisa saja terjadi karena beberapa hal:
- Salah belajar karena meraba-raba sendiri dari sumber-sumber yang tersebar di media social. Ada jutaan sumber yang di dalamnya bisa jadi banyak pula permatanya, namun tak kalah pula jumlah sampahnya. Para Niebi (pendatang baru di dunia trading) yang masih labil melahap semua materi sesuai keinginannya, tanpa filter dan bimbingan dari mentor yang telah berpengalaman. Jadi salah belajar karena tanpa pendampingan mentor yang berpengalaman.
- Salah belajar karena mereka belajar secara instant. Ya secara instant karena belajar melalui seminar-seminar berbayar (mahal) yang diadakan dua tiga hari (bahkan banyak yang hanya satu hari). Mentor yang memberikan janji-janji surga sehingga bisa meyakinkan para pesertanya bahwa setelah mengikuti seminarnya (dan selanjutnya bimbingan nya) bisa segera kaya raya.
Seorang rekan trader yang kebetulan seorang dokter pernah saya “interogasi”: “Dok, kalau disbanding antara penghasilan dokter dan trader besar mana? Mungkinkah penghasilan trader bisa melampaui penghasilan dokter?” Dia menjawab bahwa sebenarnya sangat bisa penghasilan trader melampaui penghasilan trader. Makanya dia juga rajin menghadiri pertemuan-pertemuan komunitas, dll. Ini pendapat yang sangat bagus. Dan saya juga tahu bahwa untuk meraih kematangan trading seperti sekarang ini, pak dokter sudah belajar banyak (waktu, biaya dan jatuh bangun). Pembicaraan itu terjadi di sebuah seminar yang sebagaimana biasanya : memberikan janji-janji surga kepada peserta. Kami ikut karena memang kami senang menambah wawasan. Maka dari itu dia tertawa terbahak-bahak saat saya berkomentar: mungkinkah seseorang yang belajar dua hari di sini akan bisa mengalahkan penghasilan dokter yang perlu bertahun-tahun untuk mencapai profesi seperti itu.
Lalu bagaimana seharusnya seorang trader harus belajar??? Ada banyak cara. Namun dari sisi pengalaman jatuh bangun, kami mencoba merumuskan beberapa hal yang harus dilalui untuk belajar trading forex secara sehat, benar dan relatif cepat dibandingkan harus ikut jatuh bangun dan jatuh lagi. Ada tiga tahap belajar trading :
1.     Tahap Pemahaman Konsep
2.     Tahap Penguasaan Ketrampilan
3.     Tahap Pembentukan Mindset / Mental Trading
Pada tahap Pemahaman Konsep, secara teoritis seorang trader harus memahami konsep-konsep trading, seperti apa itu candlestick, bagaimana suatu pattern terbentuk, konsep pergerakan harga, strategy trading breakout, bounce atau pullback dan lain-lain. Bukan hafalan melainkan benar-benar pemahaman. Tahap Understanding ini sangat penting karena memberikan pondasi yang kuat saat nanti harus terjun ke pasar. Kecerdasan dan intelektual seseorang sangat dituntut dalam fase ini.
Tahap kedua adalah tahap Penguasaan Ketrampilan. Pada tahap ini, seorang trader harus bisa menerapkan apa yang dipelajari dalam konsep-konsep trading ke dalam chart tempat dia melakukan transaksi trading. Kunci dari tahap kedua ini adalah LATIHAN. Ya latihan!. Hanya dengan berlatih sebanyak-banyaknya, seorang trader akan mampu menerapkan konsep ke dalam kenyataan trading. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya tidak semua yang dipelajari dalam tahap pertama akan selalu sesuai dengan kenyataan lapangan, kenyataan pasar. Tak jarang ada jurang perbedaan yang besar antara teori dan praktek. Ini hanya bisa diatasi jika trader giat dan sering bergaul akrab dengan chart. Sepandai dan secerdas apapun, tahap kedua ini sangat ditentukan oleh Anda makin sering berlatih atau tidak. Jika seseorang merasa konsep saja sudah cukup, maka ibarat belajar berenang hanya lewat youtube tanpa masuk ke air. Ia boleh menonton ratusan video tutorial tentang bagaimana belajar berenang yang benar. Ia bahkan mungkin bisa menjadi juri renang. Saat seseorang berenang, dia bisa memberikan kritik, apakah dada kurang mengembang dan sebagainya. Namun saat dia sendiri harus terjun ke air, belum tentu bisa selamat dan tidak tenggelam.
Trader yang memang serius ingin menguasai bagaimana trading dengan benar, akan mempunyai semangat berlatih yang tinggi. Ia akan sering terjun ke air untuk sengaja merasakan kendala-kendala apa yang dihadapi saat di medan yang sesungguhnya. Dalam trading forex, hal ini sangat bisa dilakukan meski masih menggunakan akun demo. Jangan pernah berfikir dulu untuk segera membuka akun real saat kita masih berlatih penguasaan konsep dan ketrampilan trading. Broker forex telah bermurah hati menyediakan akun demo – yang mana adalah akun yang berjalan persis sebagaimana pergerakan harga di pasar – hanya saja dengan uang virtual, bukan uang sesungguhnya. Namun sebenarnya untuk melatih konsep dan ketrampilan, akun demo sangatlah cukup. Jangan pernah meremehkan akun demo!!!
Di sini peran mentor sangat menentukan. Bagaimana mungkin seminar sehari dua hari dengan peserta ratusan orang mampu menjamin Anda bisa trading sesuai konsep-konsep yang mereka berikan. Sementara di satu sisi peserta belum mempunyai pondasi pemahaman basic forex yang kuat? Waktu satu dua hari itu hanya cukup bagi mereka untuk menjabarkan konsep-konsep trading yang mereka miliki. Sedahsyat apapun konsep itu, jika peserta tidak melatihnya dengan sangat instensive maka percuma saja. Makanya belajar trading tidak bisa instant!!! Para mentor berkewajiban untuk membimbing satu per satu peserta pelatihannya (yang memang berniat untuk bisa), tahap demi tahap, dari yang terbawah sampai pada pemahaman dan penguasaan (skill) yang tertinggi sesuai levelnya. Dan itu butuh pertemuan yang intensive beberapa bulan. Kedua tahap ini membutuhkan waktu sekurangnya 50 jam belajar efektif – belum termasuk latihan-latihan yang harus dilakukan secara pribadi.

(lihat posting tentang Agenda dan Kisi-kisi)

Apakah itu sudah cukup dan akan menjamin seseorang sukses dalam trading forex???? BELUM !!!!!
Ada satu tahap lagi yang sangat menentukan, yang mau tak mau harus dilalui sendiri oleh para trader. Kali ini tidak bisa 100% diarahkan oleh para mentor. Apa itu??? Psikologi Trading!!! Mindset trading memang antara lain dibentuk oleh sedalam apa pemahaman konsep trading oleh seorang trader dan sesering apa dia telah berlatih menghadapi aneka anomaly dan kejadian di pasar baik yang biasa-biasa saja sampai yang extreme – namun itu sesungguhnya baru sekitar 40% saja membentuk mindset trading seseorang. Porsi terbesar mindset trading dibentuk oleh psikologi trading. Apa dan bagaimana psikologi trading itu?
Secara singkat bisa kami katakan adalah psikologi trading baru muncul di saat seorang trader melakukan order BUY atau SELL dalam akun real. Begitu KLIK buy atau sell di akun real, reaksi yang perlu kita lihat adalah reaksi yang terjadi pada diri trader itu sendiri. Bisa jadi dia telah melakukan sesuai pemahaman dan ketrampilan yang dipelajari dan dilatih selama ini. Namun hal itu bisa sontak berubah, tidak sesuai trading plan yang dibuat karena telah menyangkut uang real. Lihat bagaimana dia akan makin sering melihat panel terminal tradingnya, melihat berapa profit atau loss, bahkan bisa jadi dia akan melakukan cut profit di saat keuntungan sedang berjalan (karena takut harga berbalik arah mengurangi keuntungannya). Atau dia menggeser-geser Stop Loss yang sudah dibuat. Menambah jumlah order karena harga telah terseret kerugian (averaging down), melipatgandakan lot karena ingin segera memulihkan kerugian atau menambah keuntungan secara cepat, lepas dari perhitungan Money Management yang telah dipelajari. Dan lain-lain, dan lain-lain.
Segala yang telah dipelajari dalam tahap pertama dan kedua bisa seolah hilang tak berbekas di saat seorang trader mulai menggunakan akun realnya. Dalam hal ini para mentor tidak bisa 100% memantau (juga sebaiknya tidak memantau 100%). Biasanya para mentor dalam sesi pelatihannya hanya bisa memberikan warning (peringatan) dalam bentuk cerita-cerita atau studi kasus mengenai psikologi trading. Semua kembali kepada trader itu sendiri. Lalu bagaimana solusi untuk hal ini? Apakah kita biarkan saja para pemula ini jatuh bangun dan jatuh lagi? Tidak demikian, selalu ada cara untuk menjembatani jurang tahap satu dua dan tahap ketiga ini. Bagaimana caranya???




Di sini sebenarnya para broker telah membantu kita untuk tidak langsung naik ke akun real yang standard. Para broker biasanya menyediakan berbagai jenisa akun real ibarat suatu anak tangga. Jadi setelah seseorang belajar dengan akun demo, sebaiknya dia tidak langsung loncat ke akun real jenis stAndart melainkan menapaki anak tangga di atasnya yaitu akun real type cent. Nilai kontrak akun cent ini adalah 1:100. Dengan demikian trader pemula bisa deposit dengan uang yang sangat kecil, namun telah bisa merasakan bagaimana berlatih psikologi dengan benar. Di akun jenis ini para trader memang harus benar-benar sadar bahwa yang pertama-tama dilatih bukan sekedar mencari keuntungan dalam nilai US$ melainkan berapa pips yang berhasil dikumpulkan. Ini merupakan suatu tantangan tersendiri pula yang menuntut kesabaran extra. Biasanya di fase akun cent ini godaan psikologis yang paling berat terjadi. Rasa lelah telah lama belajar dan harapan ingin segera menjadi kaya dari forex, di lain pihak pertumbuhan nilai US$ di akun cent yang lamban akan membuat trader kehilangan kedisplinan menerapkan konsep-konsep dan strategy-strategy yang telah dipelajari. Di tahap ini godaan untuk over trade atau pun over seize sangat besar, juga godaan untuk balas dendam atau mengejar kekalahan menjadikan trader tidak objektif lagi. Di sana profit mengalami godaan perasaan akun tumbuh dengan lambat, di saat loss mengalami godaan membalas dendam untuk segera menutup kerugian.

Gambar Jenis-Jenis akun Trading Forex
Syukurlah semua itu terjadi di akun cent. Fase ini dalam kehidupan ibarat fase akil balik. Di fase ini seorang trader dituntut untuk berani terbuka terhadap mentor. Terbuka atas kesalahan atau pun prestasi yang telah dilakukan. Hanya dengan keterbukaan, seorang mentor bisa memberikan motivasi dan arahan selanjutnya. Di fase ini pula terjadi godaan besar seorang trader pemula untuk “tidak percaya” kepada sistem yang telah diajarkan oleh mentornya. Kesalahan yang dibuat oleh trader - baik karena kurang disiplin atau kesalahan menerapkan money management dan lain sebagainya - termasuk ketika pasar sedang tidak memihaknya, membuat trader tergoda untuk mencoba-coba strategy dan sistem lainnya. Kesempatan ini sangat terbuka lebar dan ada sisi baik serta buruknya.

Sedari awal hendaknya seorang trader pemula diberi pemahaman kesadaran bahwa porsi strategy atau sistem trading (yang banyak dijual dan diiming-imingkan), pada dasarnya hanya memegang peran 20% saja atas keberhasilan suatu trading. Pemahaman yang keliru akan hal ini membuat seorang trader begitu mendewa-dewakan sistem trading. Ini merupakan kesalahan fatal yang akhirnya menyebabkan banyak trader menjadi penggembara, berpetualang dari satu sistem / strategy ke strategy lainnya, mencari suatu jurus jitu yang tak terkalahkan, mencari holy grail.
Ukuran keberhasilan saat menjalani akun cent bukanlah berapa US$ profit yang dihasilkan, melainkan seberapa konsisten dan disiplin seorang trader menerapkan pemahaman dan ketrampilannya. Ukuran yang terbaik adalah keuntungan dalam pips dan juga dari sisi waktu. Seberapa lama seseorang bisa bertahan dalam akun cent dengan modal tertentu (missal $100). Jika dalam waktu relative singkat (misal 1 bulan) seorang trader telah kehilangan semua modalnya, maka seharusnya dia melakukan introspeksi sebelum kembali melakukan deposit. Introspeksi dan evaluasi tentang apa yang salah dalam melakukan trading selama ini. Apakah trading plan telah dibuat  dengan baik dan dilakukan secara konsisten? Apakah Money Management telah diterapkan secara ketat? Apakah stoploss selalu digunakan dengan disiplin? Dan lain sebagainya. Pencatatan sangat penting. Jika dirasa tingkat pengendalian diri masih sangat kurang, ada baiknya jangan melakukan deposit dahulu melainkan kembali kea kun demo. Berlatih kembali dengan trading plan dan target waktu yang jelas.
Demikian juga jika dalam kurun tertentu akun cent tersebut masih bertahan naik dan turun. Introspeksi, evaluasi dan pencatatan tetap perlu dilakukan. Apa-apa yang harus diwaspadai, dihilangkan atau yang harus dikembangkan. Di fase ini pula biasanya seseorang trader pelahan mulai mengenali gaya trading seperti apa yang paling sesuai dengan dirinya. Ingat bahwa tujuan setiap pelatihan trading hendaknya bukan membuat peserta mengekor apa kata mentor, apalagi terikat kepada mentor (jadi ATM!) melainkan membuat para peserta pada akhirnya menjadi trader yang mandiri. Trader yang bisa menemukan jati diri gaya tradingnya sendiri. Setiap pribadi mempunyai gaya trading yang unik, khas dan berbeda dengan yang lain. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya trading forex bisa dikatakan sebagai permainan psikologi. Karakter dan kepribadian tiap orang berbeda; modal tiap trader berbeda; harapan, ketakutan dan mimpi tiap trader berbeda; lingkungan sekitar berbeda; kesibukan dan ketersediaan waktu tiap trader juga berbeda. Hal-hal inilah yang pada akhirnya turut membentuk kepribadian trading setiap trader. Metode ATM (amati, tiru dan modifikasi) sangat perlu diterapkan di fase-fase beberapa saat etelah trader melakukan trading real, idealnya setelah seseorang trader telah tune in sekurangnya selama 6  - 12 bulan dalam akun real.
Satu hal lagi sebelum seorang trader akhirnya beranjak dari akun cent ke tangga berikutnya adalah melakukan penarikan / withdrawal atau popular disingkat WD. Berapapun keuntungan yang telah didapat di akun cent sebaiknya di WD. Penarikan profit sangat penting. Hal ini akan memberikan efek psikologis yang luar biasa terhadap kepercayaan diri Anda dalam trading. Anda akan semakin yakin bahwa bisnis ini bisa menghasilkan uang. Jangan dulu bermimpi untuk melakukan penumpukan (compounding) ekuity agar nanti menjadi harta karun. Jangan dahulu. Kepercayaan diri saat ini lebih penting untuk menapaki perjalanan panjang berikutnya.
Setelah sukses di akun cent (idealnya antara 3-6 bulan), Anda boleh memindahkan dana ke akun micro. Semua aturan dan gaya trading yang telah sukses diterapkan di akun cent sebaiknya tetap dipertahankan, termasuk Money Managementnya. Membuat trading plan, evaluasi dan introspeksi tetap secara konsisten dibuat. Jangan pernah melakukan open order tanpa analisa. Saat melakukan analisa pasar jangan tergoda untuk langsung berfikir harus order apa: BUY atau SELL. Selalu ada pilihan ketiga, yaitu TUNGGU (Wait!). Setelah order dibuat, tutup kolom terminal trading. Jangan terlalu sering melihat hasil trading (profit atau loss ya?). Jangan terlalu sering lihat chart juga. Jika Anda swing trading, cukuplah empat jam sekali melihat chart. Pasang alarm di hp atau jam Anda, setting akan memberi peringatan pada setiap menjelang pergantian candle sebagai tanda waktunya  melihat chart (bukan terminal profit/loss). Yang harus selalu Anda lihat adalah chart! Apakah pergerakan harga sekarang ini masih sesuai dengan analisa semula atau tidak. Jika tidak apakah saya mesti melakukan cut loss atau cut profit atau tetap membiarkan order kearah Take Profit atau Stop Loss. Jadi keputusan dibuat juga berdasarkan analisa chart, bukan berdasarkan karena serakah dan ketakutan melihat hasil profit atau loss. Kedisiplinan ini akan sangat membedakan Anda menjadi trader sukses atau tidak.
Setelah sukses di akun micro, Anda boleh mengembangkan akun di tangga berikutnya yaitu akun mini. Bahkan Anda sangat dianjurkan untuk membuka akun tambahan. Untuk apa? Akun tambahan hendaknya dipakai untuk membedakan pair yang ditradingkan. Akan sangat berguna jika Anda menaruh satu pair saja dalam satu akun trading. Anda cukup fokus saja di satu pasangan mata uang pada satu akun khusus. Cobalah, hasilnya akan luar biasa.
Selain untuk fokus pada pair tertentu, akun tambahan juga bisa dipakai untuk membedakan strategy trading yang satu dengan yang lainnya. Ini sangat berguna juga sehingga karena ada beberapa metode yang kita kuasai tidak dicampur aduk di satu akun sehingga akan menimbulkan kesulitan saat menganalisa. Cobalah, ini juga sangat berguna.
Nah, jika Anda sudah mulai professional dalam trading, ada satu lagi akun yang boleh dibuat. Biasanya cukup akun cent atau micro saja. Ini yang kami sebut dengan akun tangan gatal. Artinya, ini akun yang saya gunakan karena sering ada keingintahuan atau ingin coba-coba (apakah karena ada info teman dll) untuk melakukan order tanpa analisa mendalam. Nah ini yang disebut akun tangan gatal. Jadi jangan korbankan akun utama Anda hanya karena tangan gatal ingin order. Akun tangan gatal ini paling tepat jika dipasang di handphone Anda. Sebaiknya jangan melakukan analisa akun-akun utama melalui handphone Anda. Selain karena layar sangat terbatas, juga sangat ribet melakukan pemasangan tools (rectangle, trendline, dll) di metatrader android. Jika akun utama dipasang di handphone, sebaiknya dari awal harus dikonsistenkan bahwa handphone hanya untuk memantau, bukan analisa dan eksekusi. Ini sangat penting!!!
Jadi pembedaan dan penggunaan jenis-jenis akun ini sangat penting dilalui. Ibarat seseorang yang baru lulus kursus belajar mengemudi, dia tidak boleh langsung diserahi kendaraan berkapasitas besar, apalagi kendaraan balap. Nyawa taruhannya. Dia harus mulai dengan kendaraan cc kecil atau sedang dahulu. Baru kemudian setelah merasa mantap dan percaya diri, barulah beralih ke kendaraan besar atau berat. Perjalanan seorang trader terkadang sangat mirip dengan perjalanan berkendaraan. Ada banyak rambu dan marka yang mesti dipatuhi. Semakin sering Anda melalui suatu jalan (pasangan mata uang) semakin Anda memahami karakter lalu lintas di jalan tersebut. Dan skema itulah yang kami tuliskan dalam keseluruhan buku ini. Buku ini merupakan buku panduan utama bagi para peserta pelatihan Forex Basic Price Action yang diselenggarakan oleh FXSV Academy.
Selamat belajar – selamat berlatih!
Sidoarjo, 06 Juni 2016 - 2018
In Hoc Signo Vinces

FXSV Academy
FX. SUTJIHARTO

Comments

Popular posts from this blog

KELAS MEMBUAT EA / ROBOT

ONLINE CLASS